Sabtu, 06 Februari 2016

Pendiri SwiftKey Rela Jual Saham demi Sepeda

Co-founder SwiftKey Chris Hill-Scott menjual sahamnya di perusahaan dengam imbalan sepeda beberapa bulan setelah perusahaan ini didirikan. Artinya, ia melewatkan uang sebesar USD250 juta atau sekira Rp3,4 triliun yang dibayar Microsoft.

Hill Scott saat ini menjadi pengembang untuk pemerintah Inggris dan mengicaukan, keputusannya menjual sahamnya menjadi kesalahan terbesar yang pernah dibuatnya. SwiftKey didirikan oleh mahasiswa eks-Cambridge Chriss Hill-Scott, Jon Reynolds dan Ben Medlock pada 2008.

Menurut The Guardian, Reynolds dan Medlock akan membuat sekira USD36 juta dari kesepakatan berdasarkan kepemilikan saham mereka. “Ketika SwiftKey dibentuk ada tiga anggota pendiri. Chris adalah teman John dari sekolah dan Ben ialah teman dari universitas di Cambridge,” kata juru bicara SwiftKey dalam pernyataan kepaa Times.

“Dua bulan setelah pembentukan perusahaan, Chris memutuskan untuk meninggalkan SwiftKey. Jon dan Ben membeli sahamnya. Dia meninggalkan hubungan yang baik,” tambahnya, sebagaimana dilansir Business Insider, Sabtu (6/2/2016).

Seperti diketahui, Microsoft membeli SwiftKey dikarenakan kecerdasan buatan yang dimiliki SwiftKey, yang secara akurat memprediksi kata-kata dalam kalimat yang akan datang. Sementara itu, Hill-Scott meninggalkan perusahaan sebelum Renold dan Medlock mengembangkan teknologi di balik prediksi teks tersebut.


Sum: Berita teknologi

Posted on 01.11 by Istana Service & Entertainment

No comments

Selasa, 02 Februari 2016

Tutlub, Aplikasi Pengingat Waktu Shalat

Dunia internet terkadang menjadi tempat yang penuh kebencian. Jika ada konflik tertentu, sebagian netizen akan menunduh suatu golongan menjadi penyebabnya. Melihat hal tersebut, seorang pengusaha Nigeria membangun aplikasi khusus Muslim.

Teknopreneur Nigeria, Yusuf Hassan membangun Tutlub, sebagai sebuah wadah aman untuk Muslim di internet. Tutlub berdiri untuk membuang perspesi negatif tentang aplikasi muslim yang dicurgai hadir untuk merekrut teroris. Menurut Yusuf, Tutlub akan dimonitor oleh para ulama agar tidak menjadi penyebar paham radikal.

Tentu saja, Tutlub bukanlah jaringan media sosial pertama khusus umat Muslim. Akan tetapi Hasan menilai peluncuran aplikasi ini dinilai tepat bersamaan dengan sorotan untuk kaum Muslim.

Pengguna dapat menambahkan foto profil disertai deskripsi pendek profil mereka. Sebagai ganti ‘likes’, Tutlub menggunakan kata ‘amin’ bagi para pengguna.

Tutlub juga menyediakan fitur berita yang menyajikan cerita inspiratif dari  dunia Muslim. Tak lupa ditambahkan dengan jadwal ibadah di tiap negara, seperti disitat dari Cnet, Selasa (2/2/2016). 


Sum: Berita teknologi

Posted on 23.28 by Istana Service & Entertainment

No comments